VIVAlife mengadakan wawancara eksklusif dengan NOAH beberapa waktu
lalu di Musica Studio. Dalam kesempatan tersebut VIVAlife mengajukan
beberapa pertanyaan mengenai harapan masing-masing personel mengenai
NOAH. Berikut ini beberapa petikan wawancara eksklusif VIVAlife bersama
NOAH :
Apa sebenarnya arti album Seperti Seharusnya untuk kalian?
Uki (U): Sudah ditunda 2 tahun dan baru keluar, apalagi dengan nama
baru. Bagi kami itu serasa lahir kembali dengan semangat baru, itu
seperti titik bangkitnya kami lagi.
Reza (R): Memang ini saatnya harus keluar, kalau dipaksakan di waktu
yang lain, momennya akan terasa berbeda lagi. Ini pas banget harus
keluar.
Lukman (L): Buat saya album baru itu mewakili siapa kami. Musiknya
lebih bervariasi, berbeda, merupakan campuran dari yang suka genre musik
ini dan itu. Ibaratnya album ini mewakili kami semua.
Di album ini lagu-lagunya bukan hanya ciptaan Ariel saja?
Ariel (A): Memang ada saatnya akan begitu, kreasi dari yang lain juga
harus keluar. Suatu saat kita pasti butuh teman lain, yang bisa
memberikan ‘kesegaran’ untuk musik. Kebetulan, adanya David menambah
kesegaran itu jadi semakin terlihat warna albumnya.
Beda dari album-album sebelumnya?
U: Buat saya, semangatnya.
R: Adanya David juga membuat berbeda, karena kali ini dia sudah menjadi personel tetap diNOAH.
A: Yang ini lebih kaya, kalau kita dengar banyak isian-isiannya, banyak
synthesizer. David juga banyak
ngisi. Ada beberapa kita
mixing sendiri,
nggak sama orang lain.
Lirik dan musiknya lebih sendu dibandingkan album-album sebelumnya?
U: Kami tidak membuat sengaja yang seperti itu. Buat kami, musik
berkembang secara natural, tidak ada unsur kesengajaan mau dibentuk
seperti apa.
A: Mungkin karena yang keluar baru dua lagu (
Separuh Aku dan
Hidup Untukmu Mati Tanpamu), jadi baru dua itu yang terdengar oleh publik. Beberapa yang lain
nggak terlalu sendu
kok.
Kondisi industri musik sedang terpuruk, tanggapan kalian?
A: Industri musik memang sedang begitu, dan kita hanya bisa pasrah.
Memang zamannya sedang seperti itu, baik di dalam maupun luar. Tapi
harus diakui, di sini memang sangat tinggi tingkat pembajakannya.
Pelan-pelan, kita harus bisa mencoba melawannya sebisa kita, nggak boleh menyerah sama
keadaan. Masa gara-gara pembajakan banyak terus kita nggak bikin musik?
Sambil berharap yang berwajib membereskan itu, kita cari jalan lain dan
tetap jalan dengan musik kita.
NOAH merilis album di tengah kondisi yang seperti itu, bagaimana usaha kalian?
A: Mencari jalan lain, seperti jualan
online. Kalau ada kesempatan kita kampanyekan untuk tidak membeli bajakan.
Memperbanyak konser juga cara NOAH ‘menjual’ nama?
A: Tidak seperti itu juga, kami memperbanyak konser karena sedang ingin menciptakan
hype yang
bagus. Jadi di televisi ada, di mana-mana juga ada, lebih seru. Tidak
ada hubungan langsung dengan penjualan album, karena setiap konser kita
nggak pernah sambil berjualan
kok,
hehehe.
Bisa diceritakan proses kreatif kalian memproduksi sebuah lagu?
U: Siapa yang punya demo, seperti rekaman walaupun cuma satu reff
atau satu bar atau satu intro juga kadang-kadang kita suka rekam.
Kadang-kadang dia
nyimpan entah itu di
gadget-nya. Kalau misalnya ada yang punya ide tambahan,
eh lagu yang kemarin ini tambah ini-ininya, lama-lama berkembang. Terakhir lirik.
Inspirasinya biasanya dari mana?
L: Kadang kisah orang, teman. Kalau saya begitu. Kadang-kadang lagi galau
nih, saya tanya kenapa,
dengerin. Kalau unik
ya sudah bikin.
A: Dari kehidupan yang kita jalani pun sebenarnya banyak
kok.
***
(Sebagai band baru, NOAH tak bisa dianggap benar-benar masih
hijau. Meski usia nama baru mereka belum lagi satu semester, kematangan
bermusik sudah jelas terlihat. Antusiasme fans pun bukan seperti
menyambut band baru, melainkan musisi legendaris yang telah lama
dirindukan. Namun, NOAH tetap bersikap bersahaja. Mereka justru
menganggap diri sebagai anak remaja yang baru akan beranjak dewasa.
Musikalitas mereka, masih perlu banyak diasah. Ariel cs masih merasa
perlu banyak belajar. Sikap tak sombong itu ditunjukkan dalam petikan
wawancara berikut)
***
Sebenarnya bagaimana NOAH memposisikan diri sebagai band?
A: Sebagai musisi Indonesia yang belum begitu lama, banyak hal yang belum diperbuat.
L:
Ya, musisi yang masih perlu banyak belajar.
U: Kami masih harus banyak bereksperimen lagi.
A: Yang pasti bukan anak SD
ya, mungkin SMA yang baru lulus. Ibaratnya kita ABG
lah.
Menanggapi respons masyarakat yang ternyata sangat positif?
A: Yang pasti senang sekali, dan mudah-mudahan ini bisa berlangsung lama.
Apa benar ketenaran yang sekarang menjadikan NOAH eksklusif, bahkan selalu dikawal?
U: Sebenarnya
nggak terlalu juga, kalaupun benar itu justru
untuk kepentingan orang banyak. Karena kemarin waktu di Jawa Timur itu,
sampai ada yang masuk rumah sakit, hanya gara-gara ingin bertemu Ariel
dan NOAH.
Pernah sampai ada kejadian separah apa?
U: Memang yang paling banyak harus dikawal itu Ariel, karena takutnya
kalau orang ingin menyentuh dia, ada orang lain yang jadi korban,
mungkin terinjak-injak. Karena itu, lebih baik dia diamankan, harus
cepat masuk mobil. Pernah ada yang terinjak-injak sampai akhirnya masuk
rumah sakit. Tapi tentu pengawalan bukan hanya untuk Ariel.
Sewaktu konser 5 negara, pengalaman yang menarik?
L: Semua menarik, karena ada pengalaman yang berbeda-beda.
R: Paling berkesan mungkin Hong Kong, karena itu sampai penuh, tempatnya sampai goyang karena ditonton sekitar 3 ribu orang.
U: Tidak hanya Hong Kong, karena semua
venue-nya berbeda. Untuk masing-masing kapasitas negara, semua berkesan.
Ada pengalaman aneh selama karier bermusik?
U: Banyak
sih, dari zaman dulu dilempar botol isi batu.
A: Iya
dong, kalau masih nge-
band awal
kan orang
nggak ada yang tahu. Kayak baru satu lagu, masih kecil. Orang lihat
ngapain anak kecil di atas panggung.
Yang ingin dicapai sebagai band, sebenarnya apa?
A: Masih banyak banget. Apa yang kita lakukan selama ini masih segini
saja, masih sangat banyak yang bisa dilakukan dan belum dilakukan.
Tahun depan akan melakukan sesuatu yang besar lagi?
A: Masih menjalani
masterplan yang kami buat kemarin. Album
kan baru
keluar pertengahan tahun lebih, jadi buat kami ini masih setengah jalan
dari album meskipun hitungannya sudah tahun baru. Paling masih
jalanin album itu saja.
Kalian ingin NOAH sebesar apa?
A: Yang pasti kita ingin jadi band yang sangat-sangat berpengaruh. Berpengaruh dalam karyanya
ya. Jadi karyanya bisa mempengaruhi kehidupan orang lain. Pastinya pengaruh yang positif.
Ada band yang menjadi role model?
A: Tidak ada, kami harus menjadi diri sendiri dengan jalan yang berbeda dengan band lain.
Yang kalian inginkan saat ini?
A: Bermain musik, itu saja.
U: Karena dengan bermain musik, kita bisa ke mana-mana.
Target tahun 2013?
U:
Breaking record itu termasuk target, dan bagi kami itu
achievement. Jadi kami
nggakharus menargetkan penghargaan dari suatu acara. Kami ingin
manggung dengan seperti apa, itu salah satu target. Tapi target-target itu tidak bisa kami ungkapkan sekarang.
Target kalian sebagai pribadi?
A: Target saya pribadi hanya band.
U: Saya ingin lebih dari sebelumnya.
L: Ingin lebih pandai bikin lagu.
R: Yang pasti ingin jadi lebih baik dari sekarang. Dalam segala hal, terutama yang positif.
***
(NOAH mengakui, besarnya nama mereka saat ini tak lepas dari para
penggemar setia dari berbagai kalangan dan daerah. Banyak di antara
mereka yang tak keberatan harus berganti ‘label’ dari Sahabat Peterpan
menjadi Sahabat NOAH. Karena perlakuan mereka yang memang seperti
sahabat –ada di kala suka dan duka –itu, Ariel cs pun sangat menjaga
hubungan di antara mereka agar selalu hangat dan akrab. Berbagai cara,
mulai dari aktif di jejaring sosial sampai meet and greet langsung,
dilakukan NOAH)
***
Bagaimana menjalin kedekatan dengan fans, apakah melalui keaktifan di Twitter?
A: Itu salah satunya, cara kita berkomunikasi, klarifikasi, karena kadang apa yang kita bicarakan
nggak sampai dengan baik.
Nah adanya
Twitter untuk media komunikasi itu.
Itu akun pribadi kalian masing-masing?
A:
Ya, itu pribadi.
Bagaimana kedekatan kalian dengan fans selama ini?
A: Selalu ada
meet and greet setiap kita pentas di suatu kota, terutama kalau di sana ada
base fans club NOAH. Namanya masih Sahabat NOAH, sejauh ini masih bertahan seperti itu dan belum diganti.
***
(Sebagai band yang telah muncul sejak
tahun 2000, pernah mengalami berbagai pasang surut, hingga kini
menginjakkan usia di tahun 2013, Ariel cs bisa dibilang sangat pandai
menjaga kekompakan. Meski resepnya sederhana, itu terus dilakukan
sehingga mereka seakan tak terpisahkan. Bahkan ketika Ariel berkasus dan
terpaksa vakum selama kurang lebih dua tahun pun, kawan-kawan sesama
personel band-nya lah yang terus ada untuk mendukung. Meski Ariel pernah
mengungkapkan ingin mengundurkan diri sebagai vokalis, Uki, Lukman,
Reza, dan David justru menjadi orang pertama yang melarang. MerekaNOAH,
mereka adalah satu)
***
Selain fans, apa yang bisa membuat kalian bisa bertahan hingga saat ini?
A: Kalau tadi kami cerita pernah
manggung dilempari botol,
semua band pasti mengalami hal itu. Tapi di situlah serunya, perjalanan
musik dan musisi itu sendiri. Kami bertahan, karena memang kami sedang
menjalani proses itu, dari awal.
Kalian pernah ditempa kasus dan tetap tidak goyah, apa resepnya?
A: Karena sisi komitmen kami ke musik, kami punya keinginan untuk
membuat karya bagus. Meskipun ada masalah apapun, seperti kemarin
contohnya, kami masih punya perasaan bahwa ada karya kami yang belum
keluar, ini karya kami semua.
Kekompakan di luar NOAH seperti apa?
U:
Nggak ada sama sekali. Kalau diajak jalan-jalan sudah pada
nggak mau, mungkin karena sudah kelamaan. Dulu sering, sama Reza, Lukman.
A: Entah sudah kelamaan atau ketuaan
ya,
hahaha.
U: Sudah tahu inti masing-masing.
L: Tapi jujur, itu terkadang bisa jadi resep juga supaya tidak bosan.
Di Jakarta ketemu, sampai Bandung berpisah ke mana, nanti sampai
Jakarta ketemu lagi.
U: Saya pernah ketemu Reza, cuma saling senyum saja,
nggak ada
sapa-sapaan. Malu,
hahaha.
Hobi yang sering kalian lakukan bersama?
L: Olah raga, kita selalu bareng.
A: Tapi kebanyakan di Bandung
sih.
Apakah ada perubahan dengan masuknya David? (David tidak ikut dalam wawancara karena masih dalam tahap pemulihan)
U: Ada penyegaran. Kita hampir saja melewati tahap yang dingin, sesama
personel sama-sama dingin. Tapi dengan dia jadi ada sesuatu hal yang
baru juga kalau dari pertemanan. Kalau di musiknya sendiri pasti banyak
kontribusi banget.
Apakah memang sulit mengangkat additional player menjadi personel tetap NOAH?
A: Karena kami punya pengalaman sendiri, kami pernah pasang surut.
Dari sana kami merasa perlu adanya sesuatu yang lebih untuk menjadi
player inti. Pertimbangannya banyak, salah satunya mengacu pada masa lalu itu.
Apakah berwajah tampan jadi salah satu syaratnya?
U:
Nggak-lah, tidak ada syarat utama juga, itu proses saja.
Kalau sudah jalan lama, dari pertemanan dan musik, kami pasti bisa
melihat. Akan ada beberapa kondisi, keadaan, yang membuat kami bisa
menyimpulkan bahwa seseorang bisa menjadi personel tetap NOAH. David
dulu saja jalan sekitar 7 tahunan.
Bagaimana dengan Ihsan, additional bassist baru kalian?
U: Masih butuh waktu lama untuk mengenal dia secara musik dan pribadi
seperti apa, bagaimana cara dia menghadapi situasi terburuk.
Apakah antusiasme fans berpengaruh?
A: Tidak juga, karena banyak hal yang hanya kami yang tahu nanti.
Fans hanya bisa melihat dari kulit terluar, kami yang tahu sampai ke
inti-intinya. Yang pasti pertimbangannya tadi. Penilaian dari luar kami
nggak bisa mempertimbangkan, karena mereka punya sudut penilaian yang pasti minim.
***
(Bagaimanapun, sebagai public
figure, NOAH tak pernah lepas dari gosip. Kehidupan pribadi yang awalnya
disimpan sendiri, kini menjadi konsumsi banyak orang. Terutama, Ariel
sebagai vokalis sekaligus front man yang hampir selalu dikaitkan dengan
perempuan. Namun di tengah kondisi itu, NOAH tetap bisa eksis. Mereka
saling dukung menyelesaikan gosip itu satu per satu, dan tetap bahu
membahu memunculkan karya baru)
***
Seiring berkibarnya nama NOAH, banyak gosip menerpa. Bagaimana tanggapan kalian?
A: Gosipnya sudah barbar. Yang paling benar, pertama ditanggapi dengan tenang, dan kedua dengan cara masing-masing.
Gosip-gosip itu berpengaruh ke NOAH?
R: Seperti kayak gini bukan setahun atau dua tahun, kita dapatkan lebih dari ini pernah.
U: Kalau terganggu, nggak mungkin akan ada di sini sekarang.
Sebenarnya, bagaimana filosofi hidup kalian masing-masing?
L: Kita boleh berencana setinggi-tingginya, tapi tetap yang menentukan adalah Allah SWT.
R: Hari ini dan ke depannya kita
nggak bisa tahu, karena itu harus berusaha yang terbaik.
A:
Simple saja,
be good to others.
U:
You good to me, I’ll be good to you.
A: Yang pasti, dari semuanya, kita harus bisa berguna untuk orang lain.