ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Hujan rintik - rintik disertai mentari yang hilang di terpa awan mendung, bagai menambah haru hati yang kelu. Kulihat tubuh sesosok pria yang pernah terjaga dalam hati ini berjalan dibawah reruntuhan air hujan, dia terus saja berlalu bagai meniadakan aku.

Dua tahun adalah awal dari semua luka. Keangkuhan nya yang membuatku tiba - tiba terseret dalam buaian cintanya. Delapan minggu setelah virus cinta nya mulai berhembus di nafasku, ku ungkap semua rasa yang kian membara. Tapi saat hatiku terbang tinggi, dia mulai terjatuh, terpuruk, dan seakan tak bernyawa. Janganlah menyapa jalinan cinta ditawarkan tetapi dia malah memberikan kebencian padaku, dan sejak saat itu ketika bertemu denganku tak pernah terucap sepatah katapun dari mulutnya untuk menyapaku.

Terlampau lama aku terdiam dalam kehancuran hatiku, kini saatnya aku mengakhiri semua ini. Sisa waktu merasakan damai di sisinya tinggal hitungan hari. Tapi ku tak bisa lakukan apa - apa untuk ciptakan lengan indah bersamanya. Perpisahan tinggal menghitung detik satu persatu teman - teman mengucapkan salam perpisahan.
"Hati - hati disana ! Sekolah baru dan teman baru, tapi jangan lupain kita ya !!! " kata ketua kelasku kala itu.

Aku hanya menganggukkan kepala, serasa membendung air mata yang telah berdesakan di kedua bola mataku. Aku serasa berat meninggalkan kelas tercintanya ini "Aku akan sangat merindukan kalian", kataku dengan suara yang berat. Tapi ku tak melihat dia diantara mereka, dimana dia berada ????? Dia belum tampak juga, tas rangselnya masih utuh di meja. Beserta bukunya yang masih berserakan, ku lihat dia memasuki kelas, aku pun segara menundukkan kepala. Ku curi pandang dengan memperhatikan dia, tanpa memandangku rasa hatiku hancur berkeping - keping, benarkah dia sama sekali tidak memperdulikan aku ....?? Oh tuhan kenapa tak kau percikan serpihan benci dalam hati ini. . . . ???
Ku telusuri jalan setapak, lalu langkah kakiku kuhentikan di atas sebuah bukit yang berada tak jauh dari rumahku. Ku pandang langit yang penuh bintang, Entah dari mana dia, tiba2 saja telah berada tegak disampingku susana hening serasa lidahku telah enggan bicara " aku masih ingin melihatmu esok dan lusa ", ia mulai berkata, nadanya suaranya terdengar berat dan miris.

Lidahku masih saja beku aku tetap memandangi langit luas, seakan tak peduli dengan keberadaannya. Dia sadarkan diriku dalam pelukannya.
" maafkanlah aku selama ini menyakitimu, mungkin memang tak bisa ku pungkiri kalau selama ini aku sayang kamu" sambungan lirih. Tetes demi tetes air mataku mengalir.

Kurasakan hangat pelukanya, aku ingin tidur selamanya dalam pelukan nya. Aku ingin bersamanya, mental apa yang terjadi padaku, kulepaskan tangan nya dari tubuhku dan berjalan pergi meninggalkan nya ," I love you with all mu heart and you so important for me. Kataku yang terucap lirih dari bibir ini. Kutinggalkan dia yang terpaku terjebak pesona malam. Demi kenaifan cinta yang pernah kita rasa biarlah ku akhiri semua ini.

Tamat
By : SMK AHMAD YANI

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top