Awal seseorang menuju sukses pasti melewati masalah. Orang yang berbakat gagal melihat masalah sebagai hambatan. Sedangkan orang yang sukses melihat masalah sebagai tantangan yang membuat hidup lebih bergairah. Demikian pula dalam menulis . . .
Sibuk berpikir bagaimana memulai tulisan kerap kali membuat pena tidak kunjung menggoreskan kata. Banyak orang menganggap bahwa yang sedang berkecamuk di angan - angan adalah bagian paling menarik yang harus di simpan sebagai kejutan. Mereka akhirnya sibuk mencari kalimat pembuka , sehingga kejutan itu tidak pernah muncul menjadi goresan pena yang mengesankan.
Resep menulis yang paling baik adalah: " TUANGKAN SAJA "
Tulisan apa saja yang kita yakini, kita alami, dan kita rasakan. Anda tidak mungkin menjadi penulis besar kalau tak pernah menerbitkan tulisan. Tulisan pertama tidak mungkin terbit kalau anda tak pernah mengirimkannya. Dan tidak mungkin anda bisa mengirimkan tulisan pertama, kalau tidak pernah memulai menulis. Kapan saat paling tepat untuk menulis ??? Hari ini . . . . Tidak perlu menunggu mood datang karena mood hanya alasan seseorang menuju kemalasan. Penulis besar menuangkan kata karena MEMBACA. Kalau engkau sendiri malas membaca, bagaimana engkau menyuruh orang lain rakus membaca tulisan mu ?? Penulis adalah pembaca yang berusaha atau mdnyamai, melebihi kepiawaian menulis dari penulis yang di kagumnya. Langkah awal boleh jadi meniru tetapi bukan meng-copy penulis besar yang dikaguminya. Dengan sering membaca anda tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga inspirasi besar yang bisa di jadikan referensi untuk memperkaya tulisan anda.
Ambillah kertas dan menulislah sekarang juga. Kalau memang harus melompat - lompat boleh jadi akan menjadi lompatan yang indah.
Karya : SMK AHMAD YANI
Oleh : Warlik, S. pd
Tidak ada komentar: